• Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Minggu, 23 Juni 2013

Medan dan Rezeki Sepasang Sendal Hotel



Udah pernah merasakan yang namanya jalan-jalan tanpa banyak persiapan? Menjadi backpacker tanpa itinerary super detail? Kali ini gue mau share satu pengalaman ajaib seputar kejadian yang gue definisikan barusan waktu bertandang ke Medan kemarin.
NEKAD?? Entahlah, silahkan disimpulkan sendiri.

Rencananya di bulan Juni 2013 ini gue dan beberapa anak Backpacker Koprol berniat terbang ke Medan karena 3 hal: 
  • Awal tahun 2013 TigerAirways lagi promo "Pergi Gratis, Pulang Bayar", dan buat terbang ke Medan ini gue cuma bayar 600rebu kembalian buat tiket PP!
  • Gue tadinya mau pake promo itu buat ke Kuala Lumpur, Malaysia! Apa daya, gagal karena belum punya passport
  • Kata temen gue yang dapat sumber dari temennya tinggal di Medan, pertengahan bulan Juni 2013 ada Festival Danau Toba.  Wow! Asik banget thooo!! Jalan-jalan sekalian liat festival budaya. Sekali terbang dua obyek terlampaui, hahaha!!

Polo Classic hitam ini jadi rekan perjalanan
 

Setelah membaca tiga hal yang bikin lo semua mupeng, ada baiknya baca lagi fakta ngenes yang lumayan bisa bikin lo sedikit ketawa cekikikan akan nasib gue :
  • Sehari setelah beli tiket pesawat, gue diberitahu teman lain yang gue broadcast untuk ajak ke Medan, kalau dari sumber berita yang dia temukan, Festival Danau Toba 2013 ternyata diselenggarakan tanggal 29 Juni – 5 Juli 2013. Bukan pertengahan bulan seperti berita yang gue terima #kemudianhening (FYI lagi, kalau sekarang lo coba telusur lagi di internet, ternyata tanggalan festival tersebutnya sudah berubah lagi menjadi 8-14 September 2013, cmiiw)
  • Setelah cek dan ricek, dan menerima email perubahan jadwal sepihak dari TigerAirways karena alasan kesalahan sistem, jadwal penerbangan gue dan satu teman gue, Nawawi (itupun sebelumnya kami tak pernah jumpa), ternyata lebih cepet sehari dari temen-temen gue. Gue berangkat Jumat, mereka Sabtu. Mungkin waktu booking ticket online gue teler kali yaa. Efek capek lembur waktu Februari kemaren dines di Karawaci, hahaha… #ketawamaksa #kemudianheninglagi
 Tapi yaahh bukan Backpacker Auditor lahh kalau gak bisa nyelesaikan masalah kayak gitu. *Untungnya jatah cuti masih banyak, muahahaaa! #ketawaiblis

Jadwal pesawat yang lebih cepat sehari memaksa gue di hari sebelumnya untuk berselancar di dunia internet, bermain dengan paman Google, untuk mencari tahu kira-kira apa saja yang bisa gue lakukan selama satu hari di Medan sembari menunggu kedatangan temen-temen di keesokan harinya. Itenerary yang dibuat hanya untuk 3 hari 2 malam dan keterbatasan teman-teman yang datang menyusul untuk menyetir mobil (sewaan) memaksa gue membatalkan niat untuk pergi ngeteng ke Danau Toba dengan kendaraan umum. 

Akhirnya gue NEKAD memutuskan, “Gue mau city tour aja deh, pokoknya ke Mesjid Raya dulu, ntar darisana cari hostel/kos-kosan murah buat penginapan satu malam!”

Pagi buta, di sepertiga malam terakhir di hari Jumat tanggal 14 Juni 2013, gue yang kelelahan karena malam sebelumnya baru melakukan uji coba pertandingan sepak bola melawan KAP lain demi persiapan FA Cup, melanjutkan beres-beres packing untuk keberangkatan ke Medan yang dijadwalkan terbang pukul 05.40 pagi. Sambil merem-melek capek, gue menggulung rapi beberapa pakaian yang akan digunakan untuk hidup selama 4 hari 3 malam di tanah Sumatera Utara itu. Malam itu gue NEKAD gak tidur, soalnya gue takut tidur lelap dan ketinggalan pesawat. Bayangin klo kejadian itu jadi tulisan, “Gagal ke Medan Gara-Gara Tidur Lucu”.   

Setelah menjejal habis perlengkapan dalam ransel hitam Polo Classic, barulah gue mikir mau pakai apa jalan-jalan di sana (INI PENTING, karena ini starting point kenyamanan perjalanan gue!! *digaplok sendal) : 

“Gue ntar ke Medan pake sandal (gunung) atau pake sepatu ya. Kalau nantinya banyak jalan sih enaknya pake sepatu kali, lebih nyaman. Sendal mah bawa aja, buat nyantai ini. Kan ada sandal hotel bekas dines kemaren-kemaren!”

Jadilah gue memilih sepatu lari Reebok abu-kuning yang sudah menemani lebih dari 2 tahun hidup di ibu kota. Sedangkan sendal hotel yang diniatkan untuk dibawa, ternyata gak ada di kamar kosan. Di saat itu hal yang terlintas adalah, 

“Ya udah deh, sendal mah ntar gampang..”  *yes, as simple as that!

Pukul tiga dini hari, berangkatlah gue ke Terminal 3 Bandara CGK. Pake taksi, itu pun gak order dulu, haha! NEKAD!! *Celingukan di depan jalan Sudirman sambil liatin taksi yang lampunya nyala tapi supirnya melek. Alhamdulillah, gue di taksi GAK BISA TIDUR. Abang supirnya aktif mengajak ngobrol, dan mobil sempat dibawa ke arah lain bandara karena alasan mau isi bensin. Sempat was-was sih, soalnya ini pertama kalinya gue naik taksi dan minta ijin isi bensin. Gak papa, vie, daripada bikin tulisan, "Gagal Terbang ke Medan Karena Taksi Mogok Lucu" Puh-lisss!!

Sesampainya di terminal, hal yang pertama gue lakukan adalah menemukan Nawawi di antara pasar manusia yang sudah mulai ramai (untungnya BBM dilengkapi fitur DP (Display Picture), sehingga kita bisa tahu muka lawan kita sebelumnya, haha), melakukan check in tanpa baggage, dan sholat Shubuh. Di dalam pesawat gue duduk dekat jendela. Gue tahu gue bisa melihat pemandangan indah dari sana. Bangunan dan manusia yang perlahan-lahan terlihat mengecil, gerak lampu-lampu mobil yang hilir mudik, dan awan-awan putih yang berlarian cepat di dekat jendela. Tapi ketahuilah, hal yang gue lakuin adalah merem dan mencoba tidur dengan kursi pesawat yang punya sandaran super tegak itu. Menn, gue ngantuk banget belum tidur beres maen bolaaa semaleemm!!!

Sekitar pukul delapanan pagi, gue terbangun dari tidur ayam lucu gue di pesawat. Gue berjalan lunglai turun dari pesawat. Sambil berjalan itulah Nawawi bertanya sama gue, “Vie, kita mau kemana nih sekarang?”. Gue cuma jawab, “Udah gampang, muter-muter Medan ajalah~”. Undangan para supir taksi yang menjajakan jasa "body delivery point to point" gak gue gubris. Melangkahlah kami santai sampai taman depan bandara dan duduk-duduk lucu di warung kecil di sana, “Minum teh dulu lah kita..” jawab gue ketika Nawawi bertanya lagi kita mau ke mana. 

Di saat itulah muncul text message dari Mayang, temen SD gue yang KEBETULAN lagi di Medan dan dia nawarin gue … SARAPAN GRATIS. Temans, nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan ketika lo lagi backpacker dan dapat tawaran makan gratis DI HOTEL?! Tak ayal, meluncurlah kami segera ke sana setelah mendapat kata sepakat dengan menggunakan taksi Blue Bird yang pool nya nangkring di depan KFC, pas sekali di depan gerbang bandara. Bayar biaya pool lima rebu rupiah, sebut alamat, langsung dah: "Aku padamu, Bang!"

Cuplikan percakapan yang terjadi antara gue dan Mayang
Setelah berputar cukup lama, kami sampai di hotel yang menurut gue cukup lucu, international gitu lho. Menanti sebentar di lounge sambil celingak-celinguk liat sekeliling, akhirnya wajah yang gue kenal pun muncul. Dia menyodorkan dua kupon sarapan dan satu kartu lucu. “Nih, sekalian pakai aja. Gue sekamar sama temen gue. Jadi kamar ini kosong.”. Gue melongo, gak ngerti, loading sesaat. Gue tahu lo bisa lihat di BBM dia ada bilang “kamar lebih” tapi saat itu gue gak liat kata-kata itu dan lebih focus sama tulisan BREAKFAST GRATIS. (Plis ngertiin gue yang waktu itu tidur kurang dan belum sarapan apaaahh-apaahh!!). Gue terima ijab qabul kartu masuk kamar hotel tersebut dengan cool (entah cool, entah sok cool), terlihat gembira tapi mencoba jaim. Khawatir bikin malu tujuh turunan kalau gue tiba-tiba joget heboh di lobby hotel dengan alunan musik slow yang diputar oleh hotel saat itu. Bukan apa-apa, gak matching, sob!!

Hotel Soechi Novotel, Medan *Image from Google

Gue pergi masuk ke restoran untuk sarapan berdua dengan Nawawi dan menyerahkan kupon makan kepada mbak-mbak penjaga dengan muka innocent. Dan itu mah yaa, sumpah, croissant coklatnya enak banget, empuk gimana gitu!! Gue juga ambil dimsum, pesan telor dadar, dan makan pepaya potong. Emang makanan hotel itu enak ya, apalagi di saat lapar dan gak pake bayarrr~ *dikemplang spatula.

Efek gratis: Makanan jadi terasa luar biasa!

Setelah kenyang, kami keluar dari restoran dan bertanya polos sambil menunjukkan kartu sama receptionist, “Mbak, kamar nomer ini ada di lantai berapa ya?” dan dengan senyum manis tanpa banyak tanya dia menunjukkan ke mana kaki kami ini harus melangkah. Dan betapa sumringahnya kami begitu membuka pintu kamar itu. Dua single bed terpampang di depan muka dengan kasur yang empuk. Dua botol minum 600 ml terlihat lebih special buat gue daripada satu tv LCD. AC yang terlampau dingin (buat gue) gak jadi masalah karena gue tahu ada selimut hangat di setiap kasur. Setelah beres cuci-cuci ringan, tempat tujuan pertama yang gue dan Nawawi lakuin adalah “membayar utang tidur semalem” sampai waktu menjelang sholat Jumat tiba. Pukul 12 siang, kami tancap ke Mesjid Agung dengan jasa betor. Niatnya sih mau Jumatan di Mesjid Raya Medan, apa daya salah sebut nama, haha. Alhasil, karena penasaran dan juga buat janji di Mesjid Raya Medan dengan teman yang tinggal di Medan, gue dan Nawawi NEKAD JALAN KAKI dari Mesjid Agung ke Mesjid Raya.


Mesjid Agung Sumatera Utara
Mesjid Raya Medan
Temans, rencana sandal hotel gue ternyata disetir lucu oleh Allah, Tuhan Semesta Alam. Alhamdulillah, gue gak cuma dapat sendal hotel lucu buat jalan-jalan santai selama perjalanan, tapi juga sarapan dan kamar hotel! Harga yang jauh berkali-kali lipat dari nilai sepasang sendal hotel.  “Niat kok sendal hotel doang, nih Gue kasih paket lengkap sampe kamar-kamarnya!”, kata Allah *dengan bahasa gaul kitanya mungkin begitu ya, hehe.



Sendal Hotel yang jadi inspirasi cerita

Buat gue, pengalaman NEKAD ini sungguh luar biasa. "Medan dan Rezeki Sepasang Sendal Hotel". Satu cerita di mana gue sekali lagi dipaksa percaya kalau ada “tangan lain” yang mengatur rezeki gue dengan luar biasanya. FYI, total biaya yang gue keluarin sampe di Mesjid Raya Medan itu, "Gak sampe 50rebu!!", itu juga duit keluar gegara gue dari bandara naik taksi ke hotel dan betor dari hotel ke Mesjid Agung. Gue yakin ke depannya bakalan ada rezeki-rezeki lain yang Allah atur buat gue, buat lo, buat semuanya, SELAMA kita percaya, USAHA MAKSIMAL, dan yakin kepadaNya.




Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba:

NEKAD TRAVELER


11 komentar:

  1. Hahaha... koplak ni soal sendal, next soal telor bebek yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh, soal telor bebek mah biar jadi cerita di luar tulisan haha

      Hapus
  2. dan kita kedinginan karena suhu AC ga bisa dinaikin apalagi dimatiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. soo sweett banget kalian kedinginan tidur beduaa :3
      padahal suhu bisa diatur dari jam digital diatas lemari tidur :D

      Hapus
    2. .. dan baru tahu kalau ternyata ac nya bisa diatur suhunya *dan kemaren pun gak nanya orang hotelnya hahahaa

      Hapus
  3. itu gimana ceritanya gw bs nulis: "lo tidur 20 jam?" yaa? abis liat bbm lengkapnya dan masih ga inget -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. gw bilang gw mau tidur sampe besok. lu mikir gw mau tidur seharian = 20 jam. gituh :|

      Hapus
  4. ini posting berbayar, Vie? #eh ;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, sayangnya tidak. Share aja. sapa tahu ada yang mau cari tiket promo di maskapai terlampir :p

      Hapus
  5. Itu seharusnya jangan pulang biar gak bayar haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa, sayangnya gak bisa diakalin gitu
      *beli tiketnya kan sepaket

      Hapus

REPORTS

Know more about my adventures


TRAVELING

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    Asian

    Japan

  • SCRIBBLE

    My Thoughs

    Inspiration | Recommendation | Tips

FOODISM

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    ASIAN

    Japan

  • FOOD CATEGORY

    Categorized by

    Breakfast | Lunch | Dinner | Desserts | Junkfood | Asian | Western