• Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Jumat, 05 Juli 2013

Bekal Petualang #1 - Siaga COPET Ibukota!


Akhir bulan Juni 2013, gue jadi korban pencopetan handphone ketika hendak berangkat ke kantor dengan menggunakan Kopaja 19. Nyesek kalau gue inget perjuangan gue waktu masukin data kontak secara manual ke handphone. Dan lebih nyesek lagi waktu gue inget lagi sama catatan perjalanan gue ke Dieng yang belum sempet gue tuangkan ke dalam tulisan di blog dan video golden sunrise yang masih belum gue pindahin ke PC.

Hal itulah yang akhirnya bikin gue sadar kalau hal kayak gini harus di-SAMPAI-kan kepada khalayak. Kepada mereka yang mengadu nasib di Jakarta, atau hanya berniat untuk mencicipi udara kering di ibukota. Mereka tidak hanya perlu tahu kalau Monas di malam hari itu penuh dengan lampu warna-warni, tapi juga perlu tahu catatan sejarah hitam yang juga menempel di ibukota. Untuk itulah gue bikin tulisan serial "Bekal Petualang Ibukota". Supaya catatan ini, sejarah kelam yang dialami oleh para korban, menjadi pelajaran dan tidak terjadi kepada para pendatang dan petualang ibukota.

 
1. MODUS : MENARIK KAKI UNTUK MENGALIHKAN PERHATIAN  

Pic from Kaskus

Lokasi : Kejadian ini paling sering terjadi di Kopaja, khususnya 19 atau 66 (sumber dari teman).

Keterangan Pelaku: Pelaku biasanya melakukan aksinya tidak seorang diri tapi bisa 2-3 orang.

Modus : Modus biasanya dilakukan dengan “mengarahkan” calon korban ke tempat duduk atau berdiri dengan posisi yang strategis di antara mereka (tentunya kita tidak akan menyadari hal ini) atau mereka akan duduk secara sporadis (kalaupun sporadis biasanya satu pelaku akan berada di belakang dan satu di depan si korban). Kejadian ini bukan dikategorikan sebagai hipnotis tapi pengalihan perhatian.

Biasanya mereka menjalankan aksinya ketika kita mau turun, salah satu dari mereka akan menarik kaki si korban. Nah, perhatian si korban lantas akan berpaling ke belakang (tidak semua orang memutar badannya) untuk melihat “kejanggalan” yang terjadi. Momen inilah yang dimanfaatkan rekanan si pelaku untuk menjalankan aksi mengambir barang si korban, entah itu handphone atau dompet.



2. MODUS : MENGAMBIL BARANG DALAM TAS/RANSEL BACKPACK

Pic from Kompasiana
Lokasi : Kejadian ini paling sering terjadi di Kopaja.

Keterangan Pelaku: Pelaku bisa sendiri atau lebih. Cenderung lebih (2-3 orang)

Modus : Di mana biasanya lo taro tas? Di punggung! Makanya namanya backpack bukan frontpack. Okeh dan hal yang perlu lo tahu, inilah yang diincer sama para pelaku. Tas yang berada di posisi punggung itu minim supervisi. Mungkin kalau lo mau bilang kalau ada yang mau coba buka restleting tas, gimana pun pasti akan kerasa sama badan lo. Tapi jangan salah, yang namanya kendaraan umum, itu “senggolan/getaran” yang lo rasain gak cuma dari restleting tas lo doang. Pantat lo yang duduk di kursi plastik, suara gerungan mesin tua bus, dan benturan mobil melewati jalan jelek bisa mengalihkan perhatian lo. Apalagi kalau misalkan lo ketemu pelaku yang udah professional dalam buka-membuka restleting tas.

Biasanya pelaku akan lebih banyak beraksi sama korban yang duduk. Tapi tidak mentutup kemungkinan mereka yang berdiri bisa menjadi korban (mengurung korban dengan formasi). Tetap modusnya adalah menyerang tas yang berada di punggung. Pelaku akan mencoba membuka restleting korban dengan perlahan namun pasti, supaya korban tidak terlalu curiga. Apabila sudah dibuka, pelaku akan mengambil barang yang ada dalam tas (laptop pun mungkin dia gasak!). Kembali, aksi paling banyak dilakukan oleh si pelaku ketika korban hendak turun dari kopaja.



3. MODUS : COPET DALAM KEPADATAN VOLUME PENUMPANG

Pic by Tribun News

Lokasi : Kejadian ini paling sering terjadi dalam kendaraan besar (kereta dan busway) dan waktu peak-hour, ketika penumpang sedang banyak-banyaknya (misal ketika jam pergi/pulang kerja).

Keterangan Pelaku: Bisa sendiri atau beregu. Paling mudah dilakukan sendirian.

Modus : Pelaku akan menjalankan aksi di tengah padat dan penuh sesaknya kendaraan. Korban biasanya mereka yang berdiri penuh sesak. Pelaku pun biasanya akan menjalankan aksinya dengan berdiri. Pelaku akan bergerak mendekat si korban secara perlahan, dan memantau aksi si korban. Dia akan melihat di mana posisi barang berharga di simpan oleh korban (biasanya yang diincar adalah DOMPET atau HANDPHONE yang disimpan di dalam kantong celana, keliatan bok dari luar, ngejeplak).

Pelaku akan mencoba “mengeluarkan” barang dari kantong si pelaku dengan cara mendorong barang tersebut keluar dari celana/baju si korban ketika dia sedang lengah. Ketika barang tersebut sudah memungkinkan untuk digasak, maka dia akan mengambilnya dengan cepat, tanpa peduli aksinya akan mengenai orang lain atau tidak (Kalaupun mereka kena senggol, paling mereka ngeliat sumber pukulan dari mana, melototin, atau paling teriak ngomel)



4. MODUS : DALAM ANGKOT  : PIJIT, MUNTAH, BAGI SELEBARAN, NGOMONG ASAL

Pic from Google

Lokasi : Kejadian ini paling sering terjadi di angkot.

Keterangan Pelaku: Pelaku biasanya melakukan aksinya tidak seorang diri tapi bisa 2-3 orang.

Modus : Modus pelaku biasanya akan melakukan tindakan yang tidak biasa secara tiba-tiba kepada korban; membagikan selebaran, mulai ngomong gak jelas kayak orang autis atau marah-marah, memijit-mijit (bagian kaki) korban atau muntah-muntah di dekat calon korban. Perlahan pelaku sambil melakukan aksinya akan bergerak mendekati si pelaku. Korban yang merasa jijik/risih, akan bergerak menjauh sembari perhatian tetap teralih kepada si pelaku. Inilah yang diincar oleh rekan pelaku, pengalihan perhatian. Pada saat ini, rekan pelaku akan menggasak barang dari korban ketika perhatian si korban teralihkan.



Oke, sekarang lo harusnya udah tahu modus para pelaku kayak gimana aja. Dan berikut adalah saran/solusi untuk mencegah dan mengatasi aksi pencopetan tersebut. Yang tentunya ada baiknya lo ingat-ingat kalau lo mau naikin transportasi umum yang ada di ibukota tercinta ini.


SOLUSI

  • Gue sarankan kalau lo mau naik transportasi umum (baik itu kopaja/metromini/busway/KRL Commuter), hendaknya menyimpan ransel di posisi depan. Jadikan dia front-pack. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah supaya ransel berada 100% dalam pengawasan mata lo. Dengan posisi tas yang dibelakang, maka tas itu akan sangat minim perhatian dari lo.Untuk optimalisasi, belilah pouche anti hujan dan pakai tiap hari ketika bepergian menggunakan transport umum Jakarta.
  • Simpan barang berharga di dalam ransel. Jangan simpan di dalam kantong baju/celana. Penjaga onboard busway juga biasanya mengingatkan supaya tidak menyimpan barang berharga dalam kantung baju. Lo mungkin bakal ngerasa kalau dompet di pantat lo “bergerak” naik. Tapi kalau sadarnya telat, dompet udah raib, piyee? Tujuannya di sini untuk meminimalisasi resiko.
  • Belilah dan gunakan gembok untuk mengunci restleting tas ransel kalau punya cukup uang. Sudah banyak tas-tas yang memungkinkan restletingnya untuk digembok dengan kecil. Pelaku akan cukup kesulitan untuk membuka tas lo, kecuali dia bawa tang besar atau gergaji mesin mungkin.
  • JANGAN MELENG. JANGAN NGELAMUN. BE AWARE! Lo harus siaga 100% sama keadaan sekitar. Baiknya kepala lo itu standby terus mantengin keadaan sekitar. Liat kiri, lihat kanan, lihat depan, liat belakang. Dari sana lo bisa liat orang-orang yang mungkin lagi mengintai lo. Sebagai bonus, sapa tahu nemu yang bening-bening tho? X3 *dikemplang tas cewek
  • Kalau lo sadari ada yang aneh, SIGAPLAH memegang barang yang mau dicopet, genggam yang erat. Pastikan kalau dia gak akan bisa mengambil itu kecuali dengan paksa. Kalau memungkinkan pindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih aman. Masukkan ke dalam tas kalau bisa.
  • TERIAK, kalau dirasa perlu. Gak usah takut dianggap gak macho, dianggap macho gak akan mengembalikan handphone lo yang ilang. “Mau ngapain lo?!” atau “Woii, copett!” adalah teriakan yang bisa mengejutkan dia. Jangan berharap lebih kepada orang-orang lain yang berada di dalam satu kendaraan akan menolong, mereka mostly individualis-cuma pengen tahu, kecuali lo emang lagi bawa teman. Tujuan berteriak adalah untuk menggertak si pelaku.
  • Segera TURUN dari transportasi yang kamu naiki, kalau terdesak. Terserah di mana saja tapi pastikan aman, banyak orang (terbuka), dan memungkin lo untuk bergerak leluasa. Tho masih dalam trayek yang lo tuju’kan? Gak usah ngerasa rugi untuk membayar ongkos sekali lagi. Tujuannya adalah untuk menghindari tindakan lanjutan yang mungkin dilakukan oleh genk si pelaku (mungkin si supir juga sekongkol?). Ya pikir aja deh, Ongkos kopaja/ojek/taksi yang lo pake kemudian dan ongkos laundry/beli baju baru kena muntah DIBANDINGKAN sama barang yang dicopet WORTHED MANAAA?
  • Jangan terlalu DEPENDENT sama orang-orang yang naik satu kendaraan sama lo. Gak ada jaminan bahwa mereka pasti akan nolongin lo, hal yang paling penting pertama adalah tindakan dari lo sendiri. Kedua, ini bukan karena gue pesimis sama sifat masyarakat Jakarta. Tapi rata-rata, mereka cenderung induvidualis. Urusan gue-urusan gue, urusan lo-urusan lo. Selama lo gak nyinggung/nyenggol, gue gak ikut campur. Tapi kalau ada sesuatu yang terjadi di sekitar gue, gue pengen tahu/pengen liat ada apa sih. Something like that. Gue berharap semoga penyakit sosial ini bisa hilang. Aamiin.
  • Laporkan kejadian tersebut sama pihak yang berwajib. Kumpulan keluhan dari masyarakat akan kejadian yang sama berulang-ulang SEHARUSNYA sih bakal ditindak lanjutin oleh mereka.
  • Beritakan kejadian tersebut kepada teman-teman dan rekan yang lain. Ya, kalau sekarang budaya nge-tweet lagi nge-trend. Sampaikan berita ini supaya orang-orang lain bisa lebih waspada. Bisa juga sambil mention akun-akun tersohor di bidang lalu lintas.


Demikian bab pertama, yang membahas mengenai segala lingkup per-COPET-an di Jakarta yang udah coba gue cari dari mbah google. Kalau dari lo-lo semua ada menemukan modus baru pencopetan yang terjadi, hendaknya bisa dishare di sini. 

Guna meminimalisasi resiko meningkatnya tindak kriminalitas, gue sarankan sekali untuk menyebarkan tulisan ini melalui media dan prasarana yang lo punya. 



Salam Siaga untuk para City Avonturir!

to be continued...



12 komentar:

  1. Gue pernah dulu.. pas naik angkot -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. kena copet, bang di angkot?
      turut berduka cita T_____T

      Hapus
  2. Dulu waktu jaman SMA ngeliat persis kejadian pengambilan barang korban dan pemindahan ke pelaku lain dengan modus pencopetan nomor 4.

    Gak berani bertindak karena mereka banyakan >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener sih emang kalau kita sendirian lawan mereka banyakan asa kumaha. Ada cerita dari temen tentang si X dan Y. Di kopaja, waktu si Y mau turun, dia mau dicopet. Dan si X teriak, "Watch out! Behind you!" Dan si Y sadar kalau dia mau dicopet.

      Heroik banget ya? Tapi si X yang gak turun bareng si Y dan masih jalan lagi tentunya masih harus berjalan bersama si komplotan copet. Satu dari mereka "mendekati" dia dan berkata di depan dia tanpa melihat muka si X, "Kalau di Jakarta ngomong kayak gitu mah, siap-siap aja"

      ngancem, gan!

      Hapus
  3. Oh gitu ya di jakarta...(orang kampung yg belumu pernah k ibukota)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, salam kenal, Indra :)

      Berhati-hati saja, kalau mau cari murah dengan transportasi di Jakarta. Murah di Jakarta tidak menjamin keamananan.

      Jadi dari kita sendiri harus mengoptimalisasikan seluruh panca indera ketika di tempat umum ini

      Hapus
  4. hiks sereem... kalo gue pernah di hipnotis di Merak. *pengakuan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak kebayang deh rasanya kayak apa -.-"

      Hapus
  5. alhamdulillah, jangan sampai kena copet. saya selalu simpan tas saya di depan :).
    lagi di jakarta mas? mari mampir hhe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya di Jakarta
      mampir kemana nih? haha

      Hapus
  6. Jakarta sereeem emang, harus waspada tiap saat ==" tapi gimana lagi, sekarang tinggal di ibu kota, harus adaptasi lah :D

    BalasHapus
  7. saya dulu pernah dicopet saat jaman masih pakai bis ppd di kebon sirih. copetnya 3 orang, sopan n beretika tpi gak taunya copet. waktu sy sadar ada kejanggalan dompet dah raib. sy kejar copet dg turun dari bis ternyata mereka menyebar. ada 1 org copet naik taksi dan sy tarik tangan si copet tpi sicopet kabur dg menendang pintu taksi dan sy hmpir jatuh. sy sgra lapor polisi di pos kebon sirih. " bos sy kecopetan n sicopet kabur naik taksi ke arah tenabang", polisi dg sigap ngejar pakai motor. 30 menit kmudian polisi itu datang kepos jaga dg membonceng seseorang yg sy pikir pasti sicopet dah tertangkap. polisi bilang : "ini dah sy tangkap sopir taksinya", sy bilang :"lho copetnya mana,kok supir taksi yg ditangkap??". polisi dg enteng bilang "katanya lapor tadi si supir yg nyopet"...wahhh mana ada bos supir taksi nyopet..kok bego amat sih. sy tanya org2 yg nunggu bis di halte, trnyata disini kata mereka copet itu piaraannya polisi. Ohh gitu duduk perkaranya..pantasss??

    BalasHapus

REPORTS

Know more about my adventures


TRAVELING

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    Asian

    Japan

  • SCRIBBLE

    My Thoughs

    Inspiration | Recommendation | Tips

FOODISM

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    ASIAN

    Japan

  • FOOD CATEGORY

    Categorized by

    Breakfast | Lunch | Dinner | Desserts | Junkfood | Asian | Western