• Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Sabtu, 20 Juli 2013

Wonosobo, Sebentar yang Ngangenin



Pukul empat dini hari, ketika langit masih gelap, segelap masa kecil gue dulu yang cengeng dan suka di-bully, kami harus turun dari bis jurusan Bandung-Wonosobo yang kami tumpangi. Gue dan temen-temen gue mendarat persis di satu lingkaran taman yang cukup besar, orang di sini menyebut tempat tersebut “Plasa”. Di tempat ini lo bisa temuin banyak orang lalu lalang menjajakan jasa untuk nganterin lo ke Kota Wisata Dieng.

Sinar Jaya, berangkat 7 malam, sampai jam 4-5 pagi.
Ya, libur panjang di bulan Maret 2013 kemarin, gue pergi ke Dieng Plateau. Tapi tulisan ini bukan membahas Kota Wisata Dieng. Gue mau cerita Wonosobo. Kunjungan gue di tengah kota itu terhitung sebentar, tiga jam. Tapi apa yang hati ini  rasakan seakan tak peduli dengan durasi waktu yang gue habiskan dengannya. Mungkin kita mengenal apa yang gue alami ini sebagai “quality time”, gak harus lama tapi nendang. Aw~

Wonosobo, kota yang berada di dataran tinggi. Kita bisa liat dua gunung besar, Sindoro dan Sumbing, berjejer kokoh di depan mata. Gak deket-deket banget emang, tapi cukup bikin kita amaze dan yakin mereka punya tinggi di atas 2500 mdpl. Pertama kalinya gue sadar sama keberadaan mereka adalah pas gue beres sholat Shubuh di Mesjid Al Huda, mesjid yang paling deket dari Plasa. Ketika gue berjalan keluar dan menikmati momen kala gelapnya malam terbuka perlahan oleh tirai sang fajar. Sayangnya pemandangan dua gunung tersebut dari sana tidak terlalu bersih, beberapa bangunan dan kabel listrik menghalangi kita

Berfoto di halaman kosong dekat Mesjid Al Huda
Di Mesjid Al Huda lah, kami melepas lelah karena duduk di waktu lama serta melakukan Sholat Shubuh berjamaah.  Sebuah mesjid yang berdiri kokoh di dalam kompleks perumahan warga daerah Sudagaran. Selepas sholat, kami disambut tanya oleh para penduduk, yaa sekumpulan pemuda membawa ransel besar dan tampang yang asing mungkin yang membuat mereka yakin kalau kami bukan warga sana. Mereka bertanya dengan baik, bertutur dengan ramah, dan menjelaskan cara mencapai dan ada apa di tempat yang kami tuju, Dieng, dengan senyum. Ahh, percakapan yang hangat seperti ini sudah jarang sekali gue rasakan dengan orang asing.


Kami kembali ke Plasa, dan berjalan ke arah alun-alun kota. Menuju titik pertemuan sekaligus mencari spot untuk menikmati sunrise. Tempat itu sekarang sudah cukup terang, dan bisa kulihat beberapa orang berseragam kuning berkumpul di tamannya. Ohh, sedang melakukan senam pagi rupanya. Jarak dari Plasa menuju Alun-Alun terhitung dekat. Gue sangat menikmati suasana pagi kala itu. Jalan kendaraan yang lebar dan sepi dari kendaraan, bangunan toko-toko yang berderet, suara roda gigi yang berputar khas ketika sepeda lewat, dan gerobak dorong sederhana yang menjajakan gorengan hangat. Sungguh menggoda.

Pagi-pagi abis Shubuh ramai oleh mereka yang senam.
 
"Waria" eh salah. "Varia" LOL!
Foto ini ngangenin.
Alun-alun Wonosobo tak beda jauh dengan alun-alun Bandung atau Kudus. Seluas lapangan sepak bola dan berbentuk kotak persegi. Banyak orang yang berolah raga pagi di sini; lari, jogging, senam. Hal yang membuatnya sedikit berbeda, di alun-alun Wonosobo kita bisa melihat kolam hias, lapangan sepak bola, dan lapangan basket. Penjaja cemilan ringan tak kalah ikut meramaikan bagi mereka yang tergiur untuk jajan pagi. Oh ya, sedikit meneruskan cerita yang tertunda, kami mengambil kembali foto sunrise dari kantor polisi yang letaknya dekat dari alun-alun. 

Hasil hunting sunrise di kantor polisi
Alun-alun Wonosobo. Ada pohon "jomblo" di tengahnya.
Kolam hias. Gak ada ikan tapinya.

Gue berjalan perlahan, mengelilingi alun-alun kota. Kembali menikmati suasana pagi dari sudut ke sudut; Udara pagi yang dingin nan sejuk khas daerah di dataran tinggi, hijaunya rerumputan yang basah oleh embun pagi, para pelari berseliweran menyalip santun, bangunan pemerintahan kota dengan gerbang bertema candi, dan mesjid agung yang menyempil lucu di sudut alun-alun. Untuk membunuh waktu, kami menyempatkan diri mendatangi Mesjid Agung Jami Wonosobo tersebut. Taglinenya wisata religi sembari menyambi ibadah sunnah, sholat dhuha. Sayangnya, pagi itu pintu mesjid dikunci, sehingga gue terpaksa melaksanakan sholat di teras mesjid.

Mesjid Agung Jami Wonosobo
Pukul delapan pagi, teman gue, Heru, bilang kalo mobil mikrobus jemputan udah deket. Sambil menunggu ketidak jelasan, gue yang anti ngaret ini gatel, laper dan pengen cari sarapan. Scanning tiap pedagang yang berjualan, apakah ada yang menjual sarapan khas dan unik, yang kira-kira Wonosobo banget. Nasi uduk, pempek, bubur ayam, biasa. Akhirnya pilihan jatuh untuk membeli gudeg. Namanya GM Gudeg, nama yang menggoda untuk ditanya. Seakan dia punya hubungan brother-sister sama Bakmi GM, padahal mah enggak. 


Gue akhirnya memesan satu porsi. Paduan nasi, krecek, tahu putih, gudeg, dan dada ayam mentok berhias lucu di atas kertas minyak. Selagi hangat gue menyantap sarapan itu di atas sebuah kursi yang bergerak naik turun teratur. Kursi macam apa itu? Kursi mikrobus yang menuju Kota Wisata Dieng, haha. Ya mau gimana lagi? Pas gue mau makan, pas mobil datang. Jadi aja gue bungkus itu makanan. Eaa~

Gudeg komplit harga Rp 22.000,00
                                                                                                                                                
Mungkin kebersamaanku dengannya terhitung sebentar

Tiga jam saja, bukan waktu yang panjang kan?

Tapi apa yang kurasa dari dalam relung hatiku ini kuyakin tidak salah

Rasa itu mendadak muncul, satu rasa nyaman diiringi ketenangan batin
Nyaman dan hommy

Padahal baru pertama kali aku berjumpa dengan dirinya

Duhai, Wonosobo …


6 komentar:

  1. Hahahaha.. ketipu pas kursi yang bergerak naik turun, kirain kursi apaan :P

    Boleh dong, share berapa bajet ke sana dan berapa hari di sana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Budget ke sana kemarin buat pp dari Bandung-Wonosobo-Bandung abis 130rebu.
      Di Diengnya sendiri kena 250 rebu karena ikut travel (dan ada guidenya), kalo kata temen itungan bawa uang 300-400rebu (termasuk transport) udah cukup buat keliling Dieng bekpekeran :D

      Hapus
  2. uiihh 3 jam. aku cuma beberapa menit saja karena terhalang macet amat sangat di Cikampek dan Purwokerto..

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, ya, setahu gue juga emang biasanya sih orang-orang cuma numpang lewat doang di Wonosobo itu kalau mau ke Jawa dari Jakarta/Banten/Bandung

      Hapus
  3. Suasana pagi ditempat yang atmosfernya beda pasti bawa kesan yang mendalam dan lekat dalam ingatan. Alvie bisa gambarin itu di tulisannya. Keep writing, anak muda.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Atau mungkin ada rasa kangen terhadap "suasana" yang seperti itu, sehingga seakan menemukan tempat yang sesuai dengan yang saya harapkan.

      Thank you, Mbak Donna. Insyaallah terus mencicil tulisan :)

      Hapus

REPORTS

Know more about my adventures


TRAVELING

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    Asian

    Japan

  • SCRIBBLE

    My Thoughs

    Inspiration | Recommendation | Tips

FOODISM

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    ASIAN

    Japan

  • FOOD CATEGORY

    Categorized by

    Breakfast | Lunch | Dinner | Desserts | Junkfood | Asian | Western