• Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Jumat, 23 Agustus 2013

Kudus Seri #5: Gak Cuma Wisata Kuliner



Pagi di hari ke-5 dimulai dengan rencana untuk sarapan lentog di daerah Tanjung





Apa itu lentog? Lentog itu semacam nasi opor ayam, tapi tanpa daging ayamnya. Informasi yang gue peroleh dari Wikipedia;


Lentog adalah makanan khas Kudus yang merupakan campuran lontong dan sayur lodeh. Selain itu sebagai pelengkap biasanya terdapat sate telur puyuh dengan rasa khas kudus. Lentog banyak dijual oleh pedagang kaki lima di Kudus. Biasanya Lentog dijual pada pagi hari sampai siang (Wikipedia)


Sampai di tempat yang dituju, ternyata yang jualan lentog itu satu jajaran dan banyak sekali yang jual. Mas Agus, supir yang mengantar langsung menyebutkan kata kunci yang bisa memecahkan permasalahan tempat-tempat makan seperti itu, “Kalau tempatnya rame pengunjung, pasti enak rasanya”. Dan dengan kata kunci tersebut, langsung BYAR lah kebingungan yang ada, haha.

Dengan harga Rp 2500,00 sudah dapat diperoleh satu porsi Lentog. What? 2500? Yap, mana ada makanan seharga itu di Jakarta? Tapi kalau mau nambah pake sate telur puyuh dan bakwan, ya bayar lagi. Paling nambah 1500, jadinya harga total 4000 perak. Dan cukup mengenyangkan lho untuk sarapan pagi. Rasanya pun khas sekali. Cukup manis dan enak rasanya.

Beres sarapan, berangkat lah kami ke kantor. Dari sana kami berangkatlah kami ke kantor, dan melewati tempat yang bernama Museum Kretek. Kalau kata Mas Agus (lagi), tempat itu memuat bagaimana proses pembuatan rokok kretek, dari awal sampai saat ini. Tapi sayangnya tempat tersebut tidak mengalami perkembangan yang berarti. Maksudnya, tidak ada perubahan yang signifikan, dari tahun ke tahun. Cukup sedih juga mendengarnya. Mengingat museum itu membawa sejarah mengenai per-rokok-an dan penerimaan yang diterima pemerintahan kota Kudus dari cukai rokoknya pastinya cukup besar.

Kembali ke kantor. Melanjutkan pekerjaan yang masih belum beres. Buat hari itu sih sebenarnya tidak ada yang berbeda untuk pekerjaan di hari sebelumnya, jadi ya lanjut kerja aja. Mostly yang dilakukan adalah bantu2 senior dengan apa yang bisa gue lakukan dan juga mengambil data2 dari proses kerja yang masih tertunda. Lalu datanglah saat makan siang. Jeng-jeng-jeng!!! Menu makan siangnya adalah:

 
  1. Entog/angsa Goreng, baru nyobain sih, tapi ga terlalu spesial karena langsung terbayang sama bebek.
  2. Es krim coklat, enak sih, saying pas dimakan udah keburu mencair, jadi berasa minum susu, haha
  3. Baso dan Garang Asem. Garang Asem itu makanan khas juga, taglinenya sih “asem-asem pedas”. Agak2 spooky waktu mau makan ini hidangan. Tapi ternyata memang Kudus, yang didapet bukan “asam-asam pedas”, tapi “asem asem aja” daging ayamnya.
  4. Sop dan swike. Swike? YA! Daging katak. Penasaran tapi ragu2, jadinya ga dimakan sama sekali deh. Ragu2 kalau makan daging katak itu haram atau ga. Ada beberapa mahzab yang pro-kontra sama hal tersebut, tapi hati belum mantap aja sama hal ini.

Melanjutkan pekerjaan membantu senior, dan pengambilan dokumen2. Pekerjaan ini beres saat Ashar. Dan ketika geje ga ngapa-ngapain, tiba-tiba gue melihat matahari sore. Dan karena isengnya, jadi mengambil gambar si raja siang yang beranjak tidur.


Jam pun sudah menunjukkan pukul 7 malam. Akhirnya temen2 audit ngajak pulang, tapi senior belum mau pulang, masih betah, jadi akhirnya disepakati nanti dia akan dijemput lagi sama supir. Yasudah, akhirnya disetujuilah hal tersebut, dan pergi makanlah kami, anak-anak lagi pada mau makan nasi goreng, perginya ke Nasi Goreng Sadam. Karena ada tulisan ayam gongso, jadi penasaran. Dan A pesanlah “Nasi Goreng Ayam Gongso



Apa itu ayam gongso? Ternyata ayam dengan bumbu kecap cabai. Haha, ternyata bentuknya sudah cukup gue kenal. Dan hidangan nasi gorengnya begitu sederhana, mengingatkan gue dengan nasi goreng yang biasa bibi buat di rumah waktu di Bandung. Sederhana namun tetap punya cita rasa yang tinggi, so miss it~ :’)

Beres dari sana, gue mengobrol dengan Mas Agus, bilang kalau pengen jalan-jalan keliling Kudus, tidak hanya wisata kuliner saja. Dan beliau menyanggupi keinginan itu (wah, senang luar biasa!). Selepas mengantarkan teman-teman dari tempat makan ke hotel, akhirnya gue memutuskan berkeliling di Kudus. Keliling ke penjuru-penjuru yang Mas Agus kehendaki (diculik pun aku relaaaa~)

Dibawa berputar-putar Kudus oleh Mas Agus, sambil dia bercerita hal-hal seputar Kudus yang dia ketahui, dari soal kuliner sampai tempat-tempatnya. Hal yang pertama diceritakan adalah mengenai soal Makam Sunan Kudus, yang terletak di Kudus, dan Makam Sunan Gunung Muria, yang ada di atas gunung Muria, dan juga terdapat Air Tiga Rasa yang jadi obyek pariwisata di sana. Karena untuk perjalanan ke gunung memakan waktu cukup jauh, A minta diantar ke Menara Kudus saja, tempat makam Sunan Kudus berada. Ternyata tempatnya ramai sekali, daerah Kudus Kulon itu memang ramai kalau Malam Jumat. Hari Jumat biasanya libur bagi sekolah-sekolah di sana, karena dianggap hari yang suci, dan malam Jumat di sana seperti malam Minggu, ramai dan penuh dengan orang yang lalu lalang sampai orang yang nongkrong untuk ngobrol. Daerah sana khas sekali bangunan tuanya, tinggi-tinggi temboknya, dan sempit jalan gangnya. Sayangnya karena malam, saya tidak bisa mendapatkan gambar yang cukup bagus penerangannya.

Kemudian saya diantar untuk melihat GOR Bulu Tangkis Djarum, GOR tempat di mana para atlet badminton berlatih dan tinggal. Saat pertama kali melihat tempatnya, saya merasa deja vu, serasa pernah melihat tempat tersebut. Dan ternyata memang benar pernah melihat! Dalam film bioskop ternyata, haha. Gedung tersebut pernah muncul dalam film bioskop "King". Dari informasi Mas Agus, dia menceritakan klo patung tembaga yang ada di depan GOR tersebut harganya mencapai 2 miliar. Wew! Percaya ga percaya ya. Tapi seni bangunannya keren. Air mancurnya dihiasi dengan lampu sehingga memproyeksikan cahaya warna-warni yang menarik.




Beres dari sana, kami melihat armada truk pengangkut Djarum. Satu hal pasti yang bisa kita lihat di sini: TRUK, TRUK, dan TRUK! Hahaha.. 

Dari sana, berikutnya gue dianter untuk melihat GOR Kudus, GOR ini dijadikan sarana tempat olahraga badminton, sepak bola, dan tempat nongkrong. Dari cerita mang Agus, tadinya lapangan sepak bolanya terawat, tapi begitu diambil alih oleh Pemda setempat, sekarang jadi tidak terlalu terawatt *so common story. DI dekat sana juga ada tempat yang akan rame klo malam Minggu, tempat di mana orang-orang biasa nonkrong sambil makan jagung bakar.

Puas berputar-putar, gue kembali ke kantor Djarum untuk menjemput senior yang masih bekerja, kira-kira sekitar jam 9 malam kami kembali ke kantor. Di sepanjang perjalanan sempat melihat-lihat juga Mall yang ada di Kudus (Matahari dan Ramayana, jadi inget sama Cilegon deh!), Rumah adat Kudus (Rumah Kudus, ntar ada yang lebih komplit ceritanya), dan Perusahaan Percetakan Pura Power, yang juga sampai mencetak uang kertas negara Afrika sana.

Karena sampai kantor, ternyata atasan belum beres bekerja. Pas nongkrong melihat sesuatu yang menarik mata (Sebenarnya sudah tertariknya dari kemarin-kemarin sih, tapi berani ngomongnya baru hari itu). Liat sepeda SPECIALIZED yang terparkir di sana.


Penasaran, gue pun bertanya sepeda siapakah itu? Ternyata itu sepeda satpam penjaga, dan gue diijinkan mencoba sepeda tersebut, hohoho, senang sekali!!
Dan akhirnya melakukan putaran-putaran sederhana di lapangan parkir Djarum :D

Dan setelah atasan datang, kami pulang ke hotel..

Mungkin kota Kudus ini kota kecil, namun cerita yang ada, membuat Kota ini nampak lebih besar dari yang bisa kita liha oleh mata kita.. 


0 komentar:

Posting Komentar

REPORTS

Know more about my adventures


TRAVELING

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    Asian

    Japan

  • SCRIBBLE

    My Thoughs

    Inspiration | Recommendation | Tips

FOODISM

  • INDONESIA

    Sumatera

    Nangroe Aceh Darussalam | Bangka Belitung | Bengkulu | Jambi | Lampung | North Sumatera | Riau | Riau Island | South Sumatera | West Sumatera

    Java

    Banten | Central Java | DI Yogyakarta | DKI Jakarta | East Java | West Java

    Kalimantan

    Central Kalimantan | East Kalimantan | South Kalimantan | West Kalimantan

    Sulawesi

    Central Sulawesi | North Sulawesi | South Sulawesi | South East Sulawesi | West Sulawesi | Gorontalo

    Bali NTB NTT Maluku

    Bali | NTB | NTT | Maluku | North Maluku

    Papua

    Papua | East Papua

  • INTERNATIONAL

    ASIAN

    Japan

  • FOOD CATEGORY

    Categorized by

    Breakfast | Lunch | Dinner | Desserts | Junkfood | Asian | Western